Entah kenapa ba'da magrib tadi pas baca surat ar rahman nangis dari awal sampai akhir.
Biasanya cuma sepuluh atau lima belas menit, tp kali ini nyaris setengah jam.
Tiap kali baca ayat Fa bi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan nangis terus terusan. Ingat sama nikmat Allah yang di berikan tapi seringkali dilupakan dan lupa bersyukur.
Apalagi nikmat sehat, kayak sekarang yang masih harus bulak balik ke dokter karena masalah kesehatan.
Tiap baca Fa bi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan kebayang bayang satu per satu nikmat Allah yang di dustakan. Berbuat dosa, khilaf, merasa paling bisa, sombong tanpa di sadari. Kebayang bayang di mata hal buruk apa saja yang pernah dilakukan yang menyebabkan jauh dari Allah, karena nya Allah memberikan sentilan agar sadar perilaku ini sudah jauh dari kebaikan yang dulu sering dilakukan.
Bersyukur dengan mata yang memerah kalau dengan cara ini Allah memberikan teguran dan melembutkan hati yang dulu keras. Membawa kembali ke jalan kebenaran seperti dulu, dekat kembali padaNya.
Fa bi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan
Jadi, nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?
Tiada nikmatMu yang sanggup aku dustakan ya Rabb..
Ika
Jakarta, September 27, 2014
No comments:
Post a Comment